AI Prompting Image | Teknik Prompt Gambar Eye Level Shoot

Eye level shoot
Eye level shoot

Secara teknis, eye level shot didefinisikan sebagai sudut pengambilan gambar di mana kamera diposisikan sejajar dengan ketinggian mata subjek. Tidak mendongak ke atas, tidak menunduk ke bawah. Lurus. Datar.​

Namun, secara psikologis, ini adalah tentang kesetaraan.

Ketika Anda memotret dari High Angle (sudut tinggi), Anda secara tidak sadar membuat subjek terlihat kecil, lemah, atau inferior. Sebaliknya, Low Angle (sudut rendah) memberikan kesan dominan, berkuasa, atau mengintimidasi.​

Tapi Eye Level? Ini adalah wilayah netral. Ini adalah cara kita berinteraksi dengan sahabat, pasangan, atau keluarga. Saat Anda menggunakan teknik ini, Anda menghilangkan “tembok” antara penonton dan subjek. Anda sedang berkata kepada audiens Anda: “Lihatlah dia sebagaimana adanya. Dia setara dengan kita.”

Inilah mengapa foto jurnalistik, dokumenter, dan potret keluarga terbaik sering kali menggunakan sudut ini. Ada kejujuran yang tidak bisa dipalsukan ketika mata lensa bertemu langsung dengan mata manusia.

Contoh prompt : buat gambar dengan angle eye level shoot seorang gadis indonesia memakai hijab pink.

teknik Prompt Angle Eye Level Shoot

Setiap prompt akan saya buat dalam format yang bisa digunakan untuk AI Image Generator (seperti Midjourney/Stable Diffusion) agar pembaca bisa langsung mempraktikkannya atau membayangkan visualnya.

<generate_alah contoh-contoh prompt gambar yang bisa kamu sisipkan di dalam artikel tersebut. Prompt ini dirancang agar sesuai dengan poin-poin pembahasan di atas, mulai dari potret manusia, anak-anak, hewan, hingga benda mati, semuanya dengan fokus teknik Eye Level Shot.

Kamu bisa menggunakan prompt ini sebagai caption inspirasi, atau jika kamu menggunakan AI Image Generator (seperti Midjourney atau Bing Image Creator) untuk membuat ilustrasi artikelmu.


1. Contoh untuk Bagian “Psikologi Tatapan Sejajar”

Tujuan: Menunjukkan koneksi emosional yang kuat dan kesetaraan.

Prompt:
“Eye-level shot of an elderly Indonesian grandmother smiling warmly, looking directly into the camera lens. Her face is illuminated by soft natural window light. Background is a simple blurred village home interior. The composition focuses on her eyes, capturing deep emotion and sincerity. Photorealistic, 85mm lens, high detail texture of skin.”

Eye level shoot

Penjelasan untuk Pembaca:
Lihat bagaimana tatapan matanya lurus ke arah kita. Kamu akan merasa seperti sedang duduk berhadapan dan mendengarkan ceritanya, bukan sedang mengamatinya dari jauh.


2. Contoh untuk Bagian “Keajaiban Motret Bocil”

Tujuan: Menunjukkan perbedaan sudut pandang “dunia anak” vs “dunia orang dewasa”.

Prompt:
“Eye-level photography of a 5-year-old boy playing with toy cars on the floor. The camera is positioned very low, touching the ground, perfectly aligned with the child’s eyes. The background shows a cozy living room but heavily blurred (bokeh) to isolate the child. The child’s expression is full of wonder and focus. Warm golden hour lighting, cinematic quality.”

Hasil :

seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang sedang bermain mobil-mobilan di lantai. Kamera diposisikan sangat rendah, menyentuh tanah, sejajar sempurna dengan mata anak. Latar belakang menunjukkan ruang tamu yang nyaman tetapi sangat buram (bokeh) untuk mengisolasi anak. Ekspresi anak penuh rasa ingin tahu dan fokus. Pencahayaan hangat saat golden hour, kualitas sinematik

 

Penjelasan untuk Pembaca:
Dengan menaruh kamera di lantai, mainan mobil-mobilan itu terlihat besar dan penting bagi si anak. Kita jadi paham betapa serunya dunia bermain mereka.


3. Contoh untuk Bagian “Keajaiban Motret Anabul”

Tujuan: Mengubah hewan peliharaan biasa menjadi subjek yang berkarakter.

Prompt:
“Eye-level close-up shot of a domestic tabby cat lying on the grass. The camera is at ground level. The cat is staring curiously at the lens. The background is a soft wash of green grass and garden flowers, creating a creamy bokeh effect. Sharp focus on the cat’s whiskers and eyes. Natural daylight, adorable and engaging perspective.”

Penjelasan untuk Pembaca:
Kalau difoto dari atas, kucing ini cuma terlihat seperti gumpalan bulu. Tapi dari eye level, dia terlihat punya kepribadian, tatapan matanya tajam dan penuh rasa ingin tahu.


4. Contoh untuk Bagian “Bonus Teknis: Background Jadi Lebih Kece”

Tujuan: Mendemonstrasikan efek bokeh (blur) dan separasi background yang lebih baik.

Prompt:
“Eye-level portrait of a young woman sitting at an outdoor street cafe in Jakarta. Camera angle is straight, not high. Behind her, the city lights and traffic are transformed into beautiful, colorful bokeh orbs due to the angle and depth of field. She is holding a coffee cup, smiling naturally. Night photography, vibrant colors, sharp subject, dreamy background.”

Penjelasan untuk Pembaca:
Perhatikan latar belakangnya. Karena kita memotret lurus (bukan nunduk ke aspal), lampu-lampu kota di kejauhan berubah menjadi bokeh warna-warni yang cantik, bikin foto jadi terlihat mahal.


5. Contoh untuk Bagian “Still Life / Benda Mati” (Tips Praktis)

Tujuan: Menunjukkan benda mati pun terlihat lebih megah dari sudut sejajar.

Prompt:
“Eye-level shot of a cup of iced coffee on a wooden table. The camera lens is aligned with the rim of the glass. Water condensation on the glass is highly detailed. The background is a blurred cafe interior, providing context without distraction. The drink looks tall, refreshing, and imposing. Commercial photography style, bright and fresh lighting.”

Penjelasan untuk Pembaca:
Gelas kopi yang biasanya cuma terlihat bulat dari atas, sekarang terlihat tinggi dan gagah. Tetesan airnya terlihat jelas, bikin siapa saja yang lihat jadi haus. Inilah kekuatan sudut sejajar untuk foto produk.


Tips Tambahan buat Kamu:
Di dalam artikel, kamu bisa kasih keterangan di bawah setiap gambar: “Prompt ini dibuat dengan teknik Eye Level Shot. Perhatikan bagaimana garis mata subjek sejajar lurus dengan posisi kita sebagai penonton.” Ini akan membantu pembaca langsung paham teorinya lewat visual.

Pos terkait